Senin, 28 November 2016

Sebelum Ini





Bukankah sebelum ini
Kita adalah sepasang manusia yang tak saling kenal
Tiba-tiba ada temu yang tak sengaja
Kemudian cipta senyum di balik ponsel yang menyala
Jatuh pada fase saling meredam gejola
.
Jika sebelumnya kita tak saling kenal
Bukankah konsepnya bisa sesederhana ini; aku pura-pura menjauh
Kemudian aku sengaja melupakan namamu dan kau dengan gampang melupakan ejaan namaku
Selanjutnya, aku hanya tinggal menyapu kenangan kita di teras-teras tempat dahulu kita menanti hujan
Mengarungi jutaan detik bersama
.
Jika sebelumnya kita tak saling kenal
Bukankah mudah untuk perihal melupakan
Kita jadikan ketidak hadiran masing-masing sebagai candu
Kemudian mataku dan matamu tenggelam dalam sembilu
.
Bukankah konsepku sederhana ?
Sesederhana perasaan yang kamu bagi untukku
Di sela lalaiku membentengi hati, kamu masukkan rindu yang membuatku menginginkan selalu wajahmu
Kamu menjelma menjadi laki-laki yang tak ingin di lupakan
Tak usah begitu, jika pada akhirnya kamu yang paling berhasil melupakanku
Kamu berrengkarnasi menjadi sosok yang ingin ku pecahkan
Lagi-lagi kamu kembali utuh dengan kenangan-kenangan kita yang kembali memutar
.
Bukankah sebelum ini
Aku dan kamu
Hanya sepasang manusia yang tak sengaja dipertemukan waktu
Hingga aku lupa, di dunia ini tak ada yang betul-betul “tak di sengaja”
Pertemuan kita misalnya
.
Bukankah sebelum ini kita adalah sepasang nama yang mulutmu pun tak pernah melafadzkannya
Maka kita hanya tinggal berlaku layaknya massa itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar