Senin, 30 Januari 2017

Hujan Ibukota



(Hujan Ibukota)
.
Aku masih di ibukota
Kota tempat mu menemukanku
Aku menunggu rindu pada tubuhku reda
Namun, kian sore ia malah makin menggenang
.
Lengang sejenak jalanan ibukota
Ketika kita memutuskan sama-sama mengambil arah yang berlawanan
Saat barat menjadi tujuku
Dan timur menjadi pilihmu
.
Sejak tak ada lagi rindu yang dapat ku bagi
Hujan ibukota terus membersamai
Memabasahi kenang-kenang kita yang kian kering
Serta perasaan yang makin asing
.
Dimulai saat hati kita tak lagi saling terpaut
Hujan ibukota tak kunjung reda dihadapanku
Ia terus jatuh makin deras saja
Maka, bagaimana bisa aku melangkah meninggalkan perasaan yang pernah begitu baik aku jaga
.
Hujan ibukota menjadi teman terbaikku semenjak kepergianmu
Dia bercerita banyak tentang sakitnya jatuh namun ia tetap kembali
Tentang beberapa manusia yang mengutuk hadirnya
Tapi, bagiku ia setia
Hujan ibukota bahkan menangis bersamaku ketika kamu putuskan tak ada lagi dekat yang membakar jarak
Tak ada lagi rindu yang pernah sama-sama membuat sekarat
.
Hujan ibukota malam ini kian dingin
Sedingin rindu yang tak pernah kamu kunjungi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar